Reaksi Indeks Sektoral Bursa Efek Indonesia terhadap Pengumuman Penurunan Suku Bunga Acuan Beruntun: Pendekatan Event Study
DOI:
https://doi.org/10.55601/jwem.v16i02.2104Abstract
Penelitian ini menguji respons sebelas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah adanya tiga kali penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada Kuartal III 2025. Penurunan tersebut berlangsung pada 16 Juli dari 5,50% menjadi 5,25%, 20 Agustus menjadi 5,00%, dan 17 September menjadi 4,75%. Dengan metode event study, periode estimasi ditetapkan selama 100 hari dan event window mencakup lima hari perdagangan. Respons pasar diamati melalui AR, TVA, SRV, dan Bid-Ask Spread. Pengujian dilakukan menggunakan Paired Sample T-Test apabila data berdistribusi normal dan Wilcoxon Signed-Rank Test apabila data tidak normal. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa dampak penurunan suku bunga tidak dirasakan secara seragam oleh seluruh sektor. AR pada sektor Teknologi berbeda secara signifikan pada Event 1 (sig. = 0,007) dan Event 2 (sig. = 0,020). Pada sektor Energi, perbedaan AR ditemukan pada Event 1 (sig. = 0,039) dan Event 3 (sig. = 0,034), sedangkan SRV berbeda pada Event 1 (sig. = 0,036). Perbedaan TVA pada Event 1 ditemukan pada sektor Transportasi (sig. = 0,004), Energi (sig. = 0,043), Konsumen Primer (sig. = 0,011), dan Properti (sig. = 0,023). Sementara itu, Bid-Ask Spread tidak mengalami perbedaan signifikan pada seluruh sektor dan event.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad wildan asy-syafi`i, Muhammad Nanang Choiruddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.












1.png)
